Selasa, 17 Maret 2009

FIRST VERSE: Ch 9: Take Your Time, Observe New Novus Closer...

Rumah Sakit Militer Bellato terlihat agak ramai hari ini. Maklum, jumlah patriot yang terluka seperti tidak surut2nya. Bahkan beberapa perawat dan pasien disini sudah seperti saudara karena saking seringnya bertemu, jika tidak dibilang bosan.

"Oy Clear! Jangan lari di RS!" Seru seseorang dari balik punggung Clear. Segera saja gadis itu menoleh dan mendapati dokter kesayangannya berdiri dengan tampang angker. "Oh, hai kk Grim!" Sapa Clear.

Grimoire Keane, Holy Chandra ketua tim Medis. Dia juga dokter yang berperan banyak di RSM ini. Kurus dengan rambut pirang. Matanya sipit dan tajam. Kentara sekali dia orang yang sangat teliti.

"Sibuk kk Grim?" Tanya Clear berbasa-basi "Ea gitu deh, akhir2 ini banyak patriot yang sakit atau kambuh penyakitnya... kamu juga ati2! Fisik mu kan rentan penyakit..." Grim mengingatkan dengan nada khas "Iya pak dokter! Saia udah cape di suntikin mulu"

Grim memukulkan buku catatannya kekepala Clear dengan pelan (ga pelan2 juga sih) "Serius ini! Jangan maen-maen lah... lagian di New Novus ini semua jadi berubah banyak... Orang jadi cepat sakit... Monster juga jadi agresif, apa lagi medannya... Kamu harus pintar2 merawat kesehatanmu, ya?"

Clear meringis "Iya, tau pak dokter... tenang aja. Oh, ya, if you'll excuse me, saia di panggil kk Ashley" Setelah berpamitan dengan Grimoire yang membekalinya dengan banyak saran dan petuah kesehatan. Sesampainya di luar RSM, Clear menengadah kelangit.

Di langit dia bisa melihat retakan tipis, yang mana kalau tidak diperhatikan sekali tidak akan terlihat.

Sudah dua tahun sejak terlahirnya New Novus. Sejak Rebirth. Herannya Clear sama sekali tidak ingat bagaimana kejadiannya. Pernah dia coba tanyakan pada pelatih2 dan anak2 lain. Tapi tidak membantu banyak, karena diskripsi yang mereka berikan kurang jelas!

"Tiba2 dari arah Darker terlihat pilar cahaya berwarna biru. Lalu langit mulai membentuk vortex. Terjadi gempa besar, tanah terbelah membentuk jurang. Beberapa bagian meninggi dan merendah. Semua nya dijungkir balikan. Rasanya seperti hari kiamat. Sesaat sebelum semua berakhir, terlihat pilar cahaya hijau dari suatu tempat. Kedua pilar meledak"

"Setelah itu Novus gelap selama tujuh hari. Dihari ketujuh, awan mendung merekah dan memancarkan cahaya untuk pertama kalinya di New Novus"

Sekarang Novus seperti tersusun secara platform. Seperti ether, the Sky Field. Jalan menuju Volcano Cauldron, Elan, dan lain2 tersembunyi dan tak terlacak. Butuh waktu dua tahun untuk menormalkan keadaan. tuan Fossler, almarhum Archon juga tewas bersamaan dengan Rebirth. Namun tak ada yang tau penyebab kematiannya. sekarang beliau digantikan oleh Denegan Fossler, adiknya.

Bellato tak dapat mengkontak planet pusat karena terdapat penghalang di sekitar Novus.

Markas Bellato sendiri, untungnya tidak hancur sampai lebih dari 35%. Ketiga bangsa malah baru bisa bertatap muka setelah dua tahun. Sepertinya keadaan di acc maupun cora sama parahnya.

Ada kabar burung mengatakan, bahwa sebelum dan sesudah Rebirth, dihari ketujuh, terdengar suatu nyanyian...

Jika dipikir2 lagi, bagi Clear, Rebirth memiliki arti yang sama terhadap hidupnya. Karena Clear hanya bisa mengingat apa yang terjadi sesudah Rebirth. Masa lalunya kosong.

"New Novus... New Novus... New..." Clear bergumam sepanjang perjalanan sambil menendangi kerikil ditengah jalan. Apa aku punya masa lalu ya? Apa mimpi yang tadi isyarat masa lalu ku? Angin berhembus pelan. Hal yang layak terjadi di daerah kependudukan Bellato. Angin, langit... sepertinya asing sekali... mereka sepertinya tak pernah sama lagi...

FIRST VERSE: Ch 8: Covenant

Sisa mentari membakar awan senja. Clear kecil sedang asyik bercanda dan bercengkrama dengan seorang anak cowo berambut perak diatas atap suatu bangunan. Entah apa yang mereka bicarakan, tapi gelak tawa selalu menghiasi perbincangan mereka. Sampai akhinya mereka berhenti berbincang dan menikmati pemandangan senja dalam hening.

Angin sepoi2 membelai wajah mereka. Di akhir senja, si cowo mengajak Clear kecil untuk melakukan count down. Maka berdirilah mereka. menghitung mundur saat2 terakhir matahari itu berjaya untuk terakhir kali hari itu.

5... 4... 3... 2... 1...

Dan semua gelap.




Terdengar suara ledakan. Kemudian suara langkah berat berlari diikuri desingan peluru. Bahkan suara force menghantam bumi. "Awas Hound!!!" Clear mendongak, dia melihat seorang Accretia beradu tebas dengan R-Isis yang berjalan menuju arahnya. Clear merasa dirinya berlari menuju arah Grazier yang mensummon Isisnya dan menembakinya sampai mati.

"Fuh, hampir saja... Kamu gimana sih? Bisa2nya ceroboh begitu" Optimus mendekatinya. "Yah, maaf. Tadi aku bernafsu sekali menghancurkan Chip!!" Clear merasa dirinya berkata dalam suara Accretia. Dan kemudian dia menyadari, dia sedang melihat sudut pandang HellHound!

"Haha! Kamu memang tidak sabaran! Ya sudah! Ayo kita susul archon dan hancurkan Chip Cora!" Seru Optimus bersemangat "Ya! Selanjutnya, beri Bellato Brand of Disgrace! Pasti menyenangkan!" HellHound menanggapi.

Tepat setelah itu, lewatlah dewan acc diikuti anak2 buahnya. HellHound dan Optimus memandanginya. "Wow, aku juga mau jadi dewan..." Gumam HellHound "Tenang saja, kamu pasti bisa jadi dewan!" Hibur Optimus "Ya! Aku pasti bisa jadi dewan!" HellHound kemudian menambahkan dengan bersemangat "Kita berdua pasti bisa jadi dewan!!"

"Heh, boleh saja! Ayo kita bertaruh siapa yang lebih dulu jadi dewan!" Tantang Optimus "Ayo! Siapa takut? Yang kalah traktir oli first class selama seminggu!" Mereka berdua kemudian menyatukan pedang dan loncernya keudara,

"Janji, ya!"

............
.................
.....................


"Siapa kamu?"

Bulan purnama memancarkan cahaya misteriusnya keseluruh Kota Solus. Di pinggiran Kota, dimana tak ada orang yang tinggal disana, Clear bisa melihat dirinya sendiri, dalam armor ranger lv 27-an beradu pandang dengan seorang Cora 40+ yang memakai syal untuk menutupi wajahnya. Cora itu berdiri diatas sebuah tower.

"Aku? Aku BukanSiapaSiapa" Jawab si Cora "...apa maumu?" Tanya Clear waspada, dia mulai menggapai Plasma Gun dibalik punggungnya "Aku mau Accretia yang kau sembunyikan itu... Dimana dia?" Si Cora mengeluarkan Harpe dari balik tangannya.

"Aku tak tau dimana dia, lagi pula, untuk apa Cora membutuhkan Accretia??" Clear mulai meraik Plasma Gun kedepan "Ternyata memang harus dengan jalan kekerasan, ya... Baiklah... Charge Shot!!!"

Clear menghindar dari serangan tersebut dengan susah payah. BSS melemparkan pisau dengan ketepatan yang luar biasa. Pisau terakhir tepat menembus bahu kiri Clear. Di cabutnya pisau tersebut sambil menggigit bibir menahan sakit. Clear mencoba memasuki gang untuk melarikan diri. Tapi percuma, di ujung gang, si BSS sudah menunggu dengan seringai kejam. "Kau bisa lari, tapi tak bisa sembunyi..." Clear mengambil langkah mundur sambil menekan lukanya. Mencoba menghambat pendarahan "Sekarang dimana acc itu??"

"Aku disini"


KRIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIING!!!!!!!!
Clear terlonjak mendengar bunyi alarm jam weker. Dengan sebal dia mematikan alarm dan kembali berbaring ketempat tidur. Mimpi aneh lagi deh... hm? Ini dimana ya?

Clear baru sadar kalau dirinya berada di bangsal serba putih. Ada banyak tempat tidur disitu yang dibatasi tirai putih. Bau obat terasa menyengat. Jangan2... ini di rumah sakit??!! Clear langsung parno. Dia buru2 turun dari tempat tidur dan akhirnya terpaksa tiduran lagi karna darah rendahnya kumat.

"Oh, udah bangun Clear?" Sapa seseorang di ambang pintu "Dylan? Ini di rumah sakit ya?? Kok aku bisa ada disini??" Clear bertanya agak panik "He eh... Kemaren kamu langsung ambruk di Ether. Tenang aja. Mereka ga bakal nyuntik kamu kok... Malahan katanya, begitu kamu udah siuman, kamu udah boleh pulang kok" Jelas cowok perawat yang dipanggil Clear Dylan.

"Lah kamu kok bisa ada disini?" Tanya Clear heran "Aku disuruh kk Grimoire wat tugas praktek lapangan, jadinya aku semacam magang di RS sini deh" jawab Dylan sambil merapikan sprei tempat tidur disamping Clear "Oh... Regun ma Dean mana?" Clear bertanya sambil bersandar pada dinding "Keknya mereka keluar dipanggil kk Ashley"

Clear terdiam. Merenungi mimpi yang tadi dialaminya. Dylan memperhatikan hal tersebut (soalnya Dylan paling perhatian sama yang lain separty) "Ada apa, cc?" Nadanya prihatin. Kerutan kecemasan menghiasi mukanya.

"Ah enggak... tadi abis mimpi aneh..." Dan Clear pun curhat sama Dylan (ini anak emang paling enak jadi tong sampah :lol ) mulai dari kejadian Ether sampe mimpinya dan penyesalannya.

"Beneran, deh, Dyl! Aku juga nggak tau kenapa bisa jadi gitu! Padahal aku udah sekuat tenaga menolak bisikan setan itu! Sekarang aku jadi ngerasa bersalah... apalagi HellHound itu temennya Prime, apalagi aku dapet mimpi kek gitu... aku ngerasa ngancurin persahabatan mereka... Terus juga akhir2 ini aku sering mimpi kejadian waktu kecil! tapi anehnya, aku sama sekali nggak inget itu kejadian yang mana! What the F*CK is wrong with ME?!! God!!!"

Setelah puas mengeluarkan uneg2nya, Clear menelungkupkan wajahnya di sela2 lutut yang dipeluknya. Dylan membelai lengan Clear "Sabar ya Clear... Ga ada yang salah sama kamu kok. Semua orang kan punya masalah sendiri2. Kamu ga sendirian kok!"

"Thanks Dyl... kamu emang temen curhat yang baik..." Kata Clear sambil mengusap wajahnya. Dylan nyengir. Cengiran yang mengidentitaskan dirinya sebagai kelompok dudutnya (Klo nyengir kek gitu ada rasa familiar gimana gitu)

Terdengar suara ketukan dipintu. serentak Dylan dan Clear menoleh. Terlihat seorang Chandra muda datang sambil malu2 "Eh... Captain Dylan dan Leutinant Clear dipanggil Royal Ashley.... eh... dikantornya..." Kata Chandra itu canggung.

Clear berpandangan dengan Dylan "cc ganti baju dulu deh, biar wa bilang ke kk Ashley. Ga usah pake baju formal dulu gpp, kan masih dalam masa penyembuhan" Ujarnya yang sudah berada di ambang pintu sambil menambahkan "Oh ya, bajunya ada di lemari"

Dylan pun langsung ngacir. Sementara Clear berkutat makai baju. Tiba2 terdengar suara Odio lagi.

How was it?

"Apanya?"

How was it felt like?

"...buruk. Aku ga akan pake lagi. Sudah liat yang kau perbuat pada si HellHound itu? Aku jadi ga enak ma Optimus..."

Oh you'll use it again. You'll see. Beside, it was YOU are the one who did that, not me. It was your hatred.

"But you provoked me!! Jah! Ngapain wa ikut2an pake bahasa inggris?! Lu ganti pake bahasa Bellato donk!"

Iye, iye. Tau. Kebiasaan aja wa. Udah ratusan tahun wa berkomunikasi pake ntu bahasa. Aga susah ngilangin kebiasaannya.

"Pedang dudutz. Tau ah! POkoknya wa ga bakalan pake kamu lagi. Titik!"

Oh ya lupa kasih tau... Karena kamu udah pake kekuatanku, berarti syarat kita berlaku

"CURANG!!!! Kan lo yang panas2in!!!"

Namanya juga pedang setan... kerjanya kan jerumusin orang... Bodo ah! Mo wa jelasin ga syaratnya?? Sebelum wa naikin nih harga syaratnya!

"Cih, licik... ya udah cepetan ngomong!"

Wa ga minta aneh2. Wa minta lu cariin orang. Ntar namanya wa kasih tau. Klo dah ketemu, lu bunuh.

"??!! Maksud loe?!"

POkoknya klo ketemu orangnya langsung lu bunuh. Jelas?

"Ogah ah! Klo suruh bunuh orang wa males!"

Ya udah ganti syarat, wa minta tumbal Bellato umur 5 tahunan setiap malam bulan purnama... Mau??

"Weks! Ok2 wa sanggupin!" Clear membatin "Semoga orangnya ga bakal ketemu..."

Bilang ape lu?

"E-enggak!!" Kemudian Clear teringat sesuatu "Eh, kok wa bisa mimpi aneh sih tadi? Wa jadi HellHound di mimpi... terus wa liat... apa, kenangannya? Kok bisa?"

Itu... efek samping dari kekuatan gue. Lo bakal ngalamin kenangan seseorang yang kamu bunuh. Entah yang baik atau yang buruk.

"Lah trus klo wa sering mimpi kejadian tapi wa ga pernah inget kapan kejadiannya?"

Itu... wa ga tau.

Tepat sebelum Clear bicara lagi, komunikatornya berdering. Disitu tertulis pesan yang "Clear, cepetan kesini Crazy budak siah!!" Pesan tidak di lanjutkan....

"Ntar ngobrol2 kita disambung nanti ya, Odi!" Kata Clear sambil berlari keluar bangsal.

Odi?? swt...

Clear berlari sepanjang koridor menuju kantor Dewan yang jauhnya amit2 dari RS.

FIRST VERSE: Ch 7: Deception

Tubuh Clear langsung lemas. Kemurkaan yang tadi membelengunya hilang entah kemana. Tanpa sadar dia menjatuhkan Hatred Saber. Begitu Saber itu lepas dari tangannya, pedang itu menghilang dalam asap merah. Sendinya terasa lemas. Kakinya hampir tak bisa menopang badannya. Clear pun terjatuh kedepan.

Dengan sigap Optimus menangkapnya "Kau baik2 saja?" tanya Optimus. "Yah... kurasa..." Jawab Clear lemah "Bisa jalan?" tanyanya lagi "Entahlah..." Langsung saja Optimus mengangkat Clear keatas dan menggendongnya "I-ini tidak perlu..!!" protes Clear malu". "Tidak apa2" Jawab Optimus pelan.

Mereka berdua mendekati arah terminal, Clear kemudian diturunkan tak jauh dari GT. Disana sudah menunggu Regun dan Dean. Keduanya nampak khawatir. "Clear, lu ga apa2?" Tanya Regun sambil memegangi Clear, membantunya berdiri. Sementara Dean tetap memperhatikan Optimus dengan pandangan antara kagum, takut, curiga, dan terima kasih. "Iya, wa ga apa2"

Clear memandangi Optimus, kemudian dia malu2 berkata, "Er... terima kasih" Optimus mengangguk "Sama2" Dia pun berjalan menjauh. Menuju mayat HellHound berada. Optimus menarik nafas panjang, sebelum dia menaikan mayat HellHound kepundaknya "Seharusnya tak begini Hound..." Gumamnya.

Clear yang melihat hal tersebut, segera berlari mendekati Optimus. Kurang beberapa langkah, dia mengurungkan niatnya. terbesit perasaan takut dan bersalah "... Maafkan aku..." Ucapnya dengan muka tertunduk sambil memilin2 jarinya. "Tidak apa2, bukan salahmu... Dia cuma... terlalu ceroboh"

Optimus membalikan punggungnya dan menatap mata Clear lekat2 "Saranku, kendalikan kekuatan itu. Jika tidak, akan membahayakan dirimu sendiri dan orang lain. Terutama yang dekat denganmu"

Clear merenungi perkataan Optimus "...ya" ujarnya. Optimus mengangguk, kemudian dia memberi hormat pada Clear. Clear agak kaget juga di beri hormat oleh acc, dia pun membalas hormat Optimus dengan agak canggung. Optimus menambahkan, "Kita akan sering bertemu untuk selanjutnya" dan dia pun pergi.

Clear memandangi punggung yang menjauh itu dengan perasaan aneh. Dia bahkan tidak berpaling ketika Regun menghampirinya "Aku merasa agak bersalah nih Re... sebenernya tadi aku kenapa sih??" Ucapnya pelan. belum sempat Regun menjawab, Clear sudah tumbang ke salju...

"Waduh" Regun pun bersusah payah menggotong Clear ke terminal "weks! Kurus tapi kok lumayan berbobot ya??" Batinnya "Oi Dean! Bantuin kek!!" Gerutu Regun "iye iye!"

Tak lama setelah mereka memasuki terminal. Terdengar suara pesawat dari atas. Yang mengejutkan adalah, ada orang lompat dari pesawat tersebut!! Ternyata diikuti oleh beberapa orang yang lainnya!! Mereka pun ber free style ria di udara.

"Jah! Ashley bikin heboh lagi..." Komentar Dean. Sebelum mendarat, semua orang membuka parasut hampir bersamaan. dan tepat 2 meter dari tanah, mereka melepas parasutnya.

Orang yang di sinyalir sebagai pemimpin komplotan ini bersalto dengan menenteng Sharp INT Vulcan +4. Dia jelalatan kemana2 sambil berteriak2 "MANA ACC??!! MANA???!!! Sini lo bangsa kaleng!!!" Kemudian dia tersadar. Suasana terminal sangat sepi "Lo... mana kalengnya??"

"Telat lu!! Acc nya dah pada mokad semua! Anak2 juga udah pada balik ke markas..." seru Dean "Jah, ga bisa pamer jurus deh..." Gerutu Ashley "Yawda! bagi dua tim, cari orang yang selamat dan sembuhin mereka! Sisa nya tinggal ditempat, kita kerja bakti singkirin sampah2 kaleng ini!" perintah Ashley.

Ashley melirik kesana kemari, memastikan tidak ada bahaya lagi. Optik buatan yang menggantikan mata kanannya yang buta akibat perang, membesar-mengecil dan sesekali berkedip. "Hmm, sepertinya sudah aman..."

Ashley kemudian mendekati junior2nya. "Clear pingsan, ya? tadi, dia kumat gimana?" tanya Ashley sambil berjongkok disamping mereka. "Aneh, nggak kayak yang dulu..." Regun pun menjelaskan semua yang terjadi di Ether dan yang dialami oleh Clear di White Hole.

"Hmmm, OptimusPrime... Hatred Saber..." Ashley menimbang2 dalam hati "Optimus si pengkhianat bangsa Accretia itu? Sepertinya dulu dia sering membawa kejayaan bagi Accretia... dipikir2, kenapa dia membelot ya?? terus Hatred Saber... keknya pernah denger..."

"Hatred Saber katamu?" Ulangi Ashley "Iya, nggak salah denger lagi. Dewan itu sendiri yang bilang kekita" Jawab Regun "Katanya mereka bisa melakukan hal2 yang... agak tak dapat dipercaya?" tanya Ashley sekali lagi "Ya! Mereka bisa menmbakan peluru terus menerus tanpa delay, juga bisa berjalan tanpa terdeteksi GT! Padahal mereka bukan PS ato Scout" Jawab Dean.

"Sudah kuduga..." Gumam Ashley pelan "Gimana kk??" Sela Regun "Itu masalah classified^^!" Kata Ashley sambil nyengir "Jah! Kita kan udah terlibat sejauh ini! Sejak setahun lalu juga... masa kita di tinggal sekarang... kan ga lucu! Harus di selesein kk!"

"Ok2, wa jelasin. Tapi kita sekarang pulang dulu. Biar anak buah gue aja yang tinggal buat bersih2. Yok balik"

Akhirnya mereka pun berpulang ke markas dengan menggunakan jasa Kartela. Selama diperjalanan, Ashley menjelaskan kepada junior2nya ditemani secangkir kopi hangat dan kue kering.

"Gini, kalian tau tentang system terlarang? Di Acc memang di sebut begitu, tapi di Bellato disebut cheat, di Cora disebut sihir terkutuk. Tapi sebutan umumnya Deception. Itu adalah sebuah 'kekuatan' untuk melakukan hal yang menyimpang dari aturan. Sudah liat kekuatan loncer tadi? Terlalu bagus kan? Itu salah satu nya, yang paling ajib, namanya ASPD. Ada juga yang lain, bergerak sangat cepat, Itu namanya Blink. Ada lagi, pemakaian potion tidak berdelay, itu Pot-no-delay. terus bisa terbang tanpa booster atau alat bantu lainya, ini namanya fly. Tembus tembok, dll. Banyak deh!"

"Banyak yang menggunakan Deception untuk keperluan mereka sendiri..."

"Ah, anu! Pertanyaan!" Regun tiba2 berkata sambil mengangkat tangannya "Klo Deception sehebat itu, kenapa kita ga pake aja? Kan luamayan tuh buat war"

"Dudutz, sekali pakai itu, bakal kecanduan. Walau pun kekuatan yang diterima sangat besar, tapi Deception menggerogoti tubuh dari dalam. Membuat mereka yang memakainya jadi gila. Bahkan ada yang meminta tumbal! baik dari si penerima Deception, maupun orang lain... Ini sama saja kekuatan dari setan! Mau kamu pake Deception??"

"Eh, enggak jadi deh... keknya kok bahaya..." Regun garuk2 kepala malu2 "Deception hanya utnuk orang2 lemah!! Lu copo sih Re!!" Dean menambahkan. Ashley pun tertawa melihat mereka berdua mulai pukul2an sambil menyelamatkan sisa roti sebelum kena amukan masa.

Sementara ditempat lain di Ether. Dekat terminal Accretia...

Optimus berjalan sambil tetap membawa HellHound. Oli HellHound sudah mengering dan membekas di armornya. Dia tidak peduli. Dia tak ingin peduli. Langkahnya tiba2 terhenti ketika ada orang lain 'menyapanya' "Halo Prime... lama tak jumpa. Bagaimana kabarmu?"

Optimus memandang sebentar bot itu. Sembari mempertimbangkan seberapa besar ancaman not itu baginya. Ternyata dia tidak bisa memutuskan. "Oh, halo SilverDoom. Aku baik2 saja. Kamu?" Doom menjawab dengan nada mengeluh "Yah, biasalah, mengurus klinik dan melatih anak buahku. Mereka bandel sekali"

"Heh, salam buat 'anak'2mu... sudah nambah belum?"
"Yah, ada sih satu. Dia Warrior. Sekarang sedang mengikuti tes menjadi Assaulter"
"Ku doakan dia bisa melaluinya"

"Lalu..." Optik Doom terarah pada mayat HellHound dipundak Optimus "Apa yang terjadi pada dewan kita?" Didengar dari nada bicaranya, inilah pertanyaan yang ingin dia sampaikan dari tadi. "Dia... terbunuh Bellato" Jawab Optimus dalam "Sudah kuduga, tadi dia ribut2 mo rusuhin terminal Bellato... kena karma ya?" Doom berkomentar, tidak terlalu terkejut.

"Mungkin..." Optimus terdiam sebentar sambil memandangi salju dibawahnya "Hey, mungkinkah bisa diperbaiki?" Doom memiringkan kepalanya, heran "Apa?"

"Bisakah Hound kembali hidup? Maksudku, kau kan Scientist, mungkin saja kau bisa membangkitkannya..." Jelas Optimus "Jangan gila. Lihatlah, yang rusak bagian Core. Apalagi tingkat kerusakannya sebesar itu. Tak mungkin bisa di perbaiki"

"I see..." Optimus menurunkan mayat HellHound ditanah. Memandangi wajah metal itu "Padahal waktu aku bilang aku akan menghancurkannya, aku tidak serius..." Optik Doom menyipit "Kau membunuhnya?" Optimus menggeleng "Bukan. Bellato yang membunuhnya. Aku sudah bilang kan tadi?" Nada suaranya terdengar berat dan sedih.

"... Sudahlah, Opti. Aku tau kalau HellHound sahabatmu sejak di Akademi. Tapi kamu tidak boleh bersedih terus2an seperti ini. Hidup terus berjalan dengan atau tanpamu. Jangan sampai tertinggal, Opti" Kata Doom sambil meremas bahu optimus "Yeah, aku tau..." Optimus memandangi mayat HellHound untuk beberapa lama. Jika saja dia bisa mendengar kata terakhirnya waktu itu. Dia akan mengatakan apa?

Optimus mengusap wajahnya dengan tangan.

"Boleh aku minta tolong? Tolong bawa mayatnya kembali ke Empire"

FIRST VERSE: Ch 6: Odio Espada

"Hah?! Sapa tuh yang ngomong?!" Tanya Clear sambil menengok kekanan-kiri. "Apa?" Tanya Regun bingung "Enggak.. enggak... tadi kayaknya ada yang..." Clear bergumam sambil garuk2 kepala. Dan tiba2 dia baru sadar. Ada simbol aneh yang terukir di sela2 jari nya!

Segera saja Clear mencopot sarung tangan kanannya. Simbol itu ada! Penasaran, dia melinting lengan bajunya sampai siku. Ternyata simbol itu terukir hanya sampai siku. Ukiran aneh seperti ini... keknya pernah liat...

Sementara Dean dan Regun bertanya2 apa yang dilakukan Clear. Dean memberanikan bertanya "Lu kenapa Clear?" Clear menatap Dean lurus2 dengan mata terbelak "Kamu nggak liat tato ini?" Katanya sambil menjulurkan tangannya.

"Tato apaan?" Regun balas tanya "Tato ini nih! Masa ga keliatan??" Jelas Clear tidak sabar. Dean dan Regun berpandangan "Ga tuh..." Jawab mereka kompak.

Forget it... They cannot see it unless you release me...

Suara itu terdengar lagi. Akhirnya Clear sampai pada suatu pemahaman... "Kamu pedang yang tadi ya? Yang dicari2 sama itu dewan... Hatred's Saber kan?" Tanya Clear dalam hati, entah pada siapa.

Actually, I prefer to be called Odio Espada...

Dari luar Clear keliatan membisu, merenungi sesuatu. Yang membuat kedua temennya yang lain tambah bingung.

My power comes from your hatred. Now you own me, and you own your hatred... what would you do first? Slice him? or just pulverize that scrap of metal??

"Hah? Emang bisa?"

Why not? with my help ofcourse

".... gimana caranya?"

There is one condition... give me your soul.

"Hah?! sori deh, ga bakalan!!"

Tsk, pity. I could give you more than just a power. A power to take everything out of your way...

"... ga percaya. Mana mungkin wa percaya ma pedang horor?"

You have no idea!! how a power could give you so much satisfication!!

"... ogah!"

Gah! It's rather irritating to stuck with a morron who can't understand the way this world works...

Alright! Leave teory behind. You have to see by yourself. See my power.

Tiba2 Clear merasakan panas yang ekstrim dari tangan kanannya. Seakan ada api yang mengaliri serat nadinya. "Ugh!!" keluh Clear terbungkuk2 seraya memegangi tangan kanannya yang makin panas. "Clear?! Lu ga apa2?!" tanya Dean panik "Clear?!" Regun memegang pundak Clear dan mengguncang2kannya.

HellHound menghentikan serangannya. Optimus menyadari hal tersebut. Kedua Accretia sekarang merasakan sesuatu dari arah terminal Bellato. "Jangan-jangan..." gumam Optimus pelan. Optiknya membelak memikirkan kemungkinannya.

"Akhirnya ketemu juga..." HellHound berjalan layaknya zombie kearah terminal setelah menjatuhkan Akeron ke tumpukan salju, tiba2 dia mempercepat langkahnya sambil berteriak2 ganas "Mine!! The Saber!!!"

Optimus langsung melempar kapaknya dan menghadang HellHound. Tanpa loncernya, HellHound tidak bisa mengaktifkan kekuatan Forbidden System. "Tak kan kubiarkan kau HellHound!!" Geram Optimus beradu kekuatan "Minggir besi rongsokan!!" HellHound jelas murka. Mereka pun beradu fisik tanpa senjata.

Buak!! Optimus berhasil menyarangkan satu pukulan telak ke perut, disusul hantaman di kepala dan wajah. HellHound seperti orang kesetanan, menyerang secara brutal tanpa arah.

"Dean Hedge kepada Markas Pusat! Terjadi kerusuhan di Terminal Ether! Mohon sambungkan ke bagian Tim Repel!" Dean tampak agak panik saat mengkontak HQ. Sementara Regun berusaha menenangkan Clear. Semakin Clear mencoba melawan, semakin membara kulitnya tato tersebut.

"Halo, Tim Repel disini, bisa saia bantu?" terdengar suara cowok rada kecentilan dari komunikator Dean "kk Ashley!! Parah nih!! Ether rusuh!!" Dean menjelaskan "Iye, wa dah terima laporannya, sekarang juga lagi di pesawat... Tenang aja..." jawab yang dipanggil Ashley santai.

"Tenang gundulmu!! Ini...!!" tiba2 Dean tersadar, dia memelankan volume suaranya "...ehm, anu, keknya Clear mulai 'kumat' lagi..." Ashley terdiam cukup lama sebelum memberi jawaban singkat padat jelas "...otw"

Dean berbalik menghadapi temannya "Kak ashley bentar lagi dateng!" Lapornya. Regun cuma mengangguk, dia kembali mengatakan pada Clear untuk tenang. agak over panik sebenernya... seperti dia takut terjadi sesuaatu yang mengerikan, keluar dari Clear.

Come on... you wat to kill that Accretian don't you? Have you forgotten your hatred??

"A-apa yang kau lakukan padaku?!"

You'll see...

PROVOKE!!!

Aura merah membakar sekeliling Clear dan mementalkan Regun setengah meter kebelakang. Darahnya serasa mendidih. Jantungnya berpacu diatas normal. Tubuhnya menggigil menahan amarah yang siap meledak. Setiap serat di tubuhnya bagai tersulut api. Udara dingin Ether berubah jadi gersang. Tak tahan akan perubahan yang drastis itu Clear berteriak kencang2.

Teriakan itu bagaikan buff. Seketika dia merasa lebih cepat, lebih kuat, dan lebih... kejam. Timbul dorongan membunuh yang amat kuat. Clear menangkat tangan kanannya kelangit. Seketika itu simbol di tangannya terbakar keatas dan membentuk sebuah pedang.

Teriakan Regun maupun seruan Dean untuk berhenti tidak di dengarnya. Yang ada di pikirannya, di pandangnya, di benaknya, dalam nalurinya, cuma satu. Bunuh dewan acc itu!!

Now watch...

Optimus merasakan bahaya mendekat. Segera dia mengangkat HellHound yang sudah dipenuhi percikan listrik dan melemparnya jauh2. HellHound tak berdaya menghadapi serangan tersebut. Dia terkapar menabrak diding tebing. "Jangan!! Kendalikan dirimu!!!" Teriak Optimus berlari kearah Clear seraya mengulurkan tangannya.

Clear tak memperdulikan panggilan Optimus. Dia berlari begitu saja melewati Optimus menuju tempat si Dewan. "Gawat...!!" Keluh Optimus.

Sesampainya di tempat HellHound, Clear berdiri memandangi Acc didepannya. HellHound menyadari kedatangan Clear. Tepatnya kehadiran Odio Espada. Dia berusaha melapalkan perkataannya dengan suara pecah "... Mine....!! Espada!!!.... give me...power!!! All... power...!!! MIIINEE!!!!!"

Optimus berlari mendekati Clear. Optiknya menajam.

Clear cuma menyeringai kejam. "You are pathetic... Why don't just die already??" Ujar Clear dengan suara ganda, satu suara miliknya, satu suara milik Odio. Kemudian Clear mulai menyabeti HellHound tanpa ampun. HellHoound cuma bisa berteriak kesakitan sambil berusaha melindungi dirinya dengan tangan. Setelah puas, Clear berhenti dan menangkat pedangnya tingi2 "Adios, soldado..."

"NOOO!!!!!" Optimus mencoba menghentikan Clear, tapi terlambat. Hatred Saber telah menembus Core HellHound. Listrik menjilat mata Pedang Odio sementara oli dan 'darah' mengalir turun menodai salju. HellHound membelak tak percaya. Dengan sisa tenaganya, dia berucap sesuatu yang tak jelas dengan tangan menggapai Optimus. Tangan itu kemudian jatuh tergantung tak berdaya pada engselnya. Optiknya meredup. Tanda kehidupan tak lagi dalam tubuh HellHound.

Optimus tak bergeming. Optiknya mengecil. Entah apa yang ada di pikirannya. Kemudian dia menghampiri Clear.

"Mau apa kau?! Mundur!!" bentak Clear kasar. Optimus tetap mendekatinya. "Mundur atau nasibmu seperti temanmu tadi!!" Ancam Clear. Lagi2 Optimus tak gentar. "I said.. STOP!!!" Clear menebaskan pedangnya kearah Optimus.

GREB!! Dengan mudahnya Optimus menangkap mata pedang Clear. Kontan Clear berang, dia mencoba menarik lagi pedangnya, tapi Odio sudah dipegangi Optimus dengan sangat kuat.

Optimus menyentuh dahi Clear "M-Mau apa...?!"

"... frei"

FIRST VERSE: Ch 5: Savior In Steel

"Lu acak2 terminal acc??!!" Tanya seorang Commando yang langsung dibantah oleh Clear "Kebetulan aja wa selamet dari para pelaku penjagalan!! Emangnya wa se dewa apa sih bisa acak2 acc?? La wong lawan satu Hobo aja susah TB nya..."

"keknya mereka minta tumbal nih..." Dean berceletuk "Udah sono Clear! Minta maav gih sama tuh dewan!! klo ntar Terminal ancur ga isa ke ether lagi!!" kata Psypher. "Oi, cepet whisp Archon! dewan! Kasih pengumunan ether di rusuh!!" kata yang lain.

"Ga keburu atuh kang! Liat daya hancurnya mereka aja merinding kita!! Ntar dewan kesini tugasnya tinggal nguburin kita doank" argumen si Sniper

Dan akhirnya semua ribut. Antara kubu pro Clear dan kontra. Clear kemudian ingat sesuatu "Woy everibodi!! Kita kan punya tukang ojek!! Gitu aja kok repot?!"

"Tapi kan maksimal skali tele 8 orang... disini ada kira2 60 orang..." Sanggah Sniper. "Kan tukang ojeknya ada banyak!! cukuplah sekiranya!" Regun berkata.

Akhirnya semua diatur, sementara tembakan dari acc dimulai lagi. Orang tinggal sedikit waktu kumpulan acc itu berhasil ngancurin 2 GT lagi. Merasa bertanggung jawab, Clear minta ditele terakhir saja, Regun dan Dean juga (klo ini sih dipaksa nemenin...-_-a)

Tepat pada saat tinggal Clear, Regun dan Dean beserta satu Astralist bersiap untuk tele, tiba2 saja leher si Astralist berdarah hebat. Si astral langsung teriak kesakitan dan tumbang.

Pisau yang melayang itu ternyata di pegang acc yang lagi under Cloacking!! Dean langsung TB begitu si acc mulai nyerang. Tiba2 di luar terminal, para acc jalan santai menuju terminal... Woy! GT ga ngaruh coy!! Apa lagi nih?!

Regun langsung ngilang dan keknya pasang semua boby trap yang dia punya untuk menghambat si acc. Sayang sekali nggak ngaruh banyak. Malahan...

Regun ditangkep salah satu punisher tangannya (tau aja ada yang ngumpet!!) dan langsung dibanting keras2 ketanah. Terdengar suara tulang retak dan jeritan tertahan. Dari mulut Regun muncrat darah segar.

Dean kena tembakan launcher si striker. Meski menahan serangan itu dengan perisainya, perisai itu langsung retak dan dia sendiri terpental menabrak tembok terminal yang langsung hancur.

Kini tinggal Clear berdiri terpaku di tempat. Sementara Dewan dan pengikutnya berduyun2 masuk terminal. Duh, tipu muslihat apa lagi yang mesti wa pake nih?!

Tanpa babibu, si Dewan langsung mencengkram leher Clear dan membenturkan tubuhnya ketembok sampe retak temboknya. Kaki Clear terangkat setengah meter dari tanah. Shit! Lawannya terlalu tangguh!

"Dimana Hatred Saber?! JAWAB!!" Bentaknya. Hatred what?? Ga pernah denger tuh... Senjata baru? "Ga tau...!!" Susah payah Clear menjawab. Eh, malah dibenturin lagi ketembok "Aku sudah nggak sabar... Dimana pedangnya?!!" Ni robot mo pertanyaannya dijawab tapi cekekannya dikencengin... gimana bisa ngomong?!

"Wa... ga...tau...!!!" Si acc keliatan banget makin murka. Cekekannya dikencengin. Duh, dasar dejavu, sehari kok bisa di cekek acc 2 kali? Nasib... nasib... Dengan jelas, Clear bisa melihat ukiran di balik armornya. Bertuliskan,

DESTROYER.

Lah?

Waktu Clear ngerasa udah mo modar, tiba2 tangan si Dewan kena tembak sampe putus. Wkwkwk, dewan ma bawahan kok nasibnya sama?? Clear jatuh merosot ketanah. Leherku masih utuh ga ya? "Siapa yang melakukan itu?!!" Bentak si dewan gusar.

"Menyerang anak kecil tindakan yang tidak terpuji, H3LL-H0UND" terengar suara berat dan serak. Suaranya terdengar begitu berwibawa. Clear ikutin arah suaranya. Diatas tebing, berdirilah seorang berjubah membelakangi matahari.

Oh, my hero...

"Kamu lagi..." Erang si Dewan yang dari codenya H3LL-H0UND "Hancurkan dia!!! Penghianat bangsa tak pantas hidup!!" Segera saja striker2 lain langsung membombardir tempat di acc misterius ini. DUAR!! DUAR!! Asap menyelubungi tempatnya. Tak ada tanda" kehidupan... Dan sejurus kemudian sekelebat bayangan melompat turun dan berlari menuruni bukit secara vertikal dengan cepat.

Dia mengayunkan kapaknya, sekali tebas dua striker langsung terpotong jadi dua bagian. Sementara Mercen yang berhasil memblock serangannya tidak begitu beruntung pada serangan berikutnya. Dia terlempar kejurang dengan gemilang. Sementara si acc misterius lagi asik gebuk-gebukan ma temennya, Clear mengendap" untuk menyadarkan dua temennya yang 'tewas'.

Yang deket dulu, Dean. Keadaanya cukup mengenaskan. Sisi badannya memar" parah. Langsung aja Clear menuangkan Bless aid Potion 3k ke mukanya sambil menampar" Dean "Oi Dean! Bangun Dean!!" Dean perlahan bangun, dia merogoh tas Clear dan mengambil Potion lebih banyak lagi "swt Clear... orang pingsan malah lu gampar... " Dia memperhatikan keadaan dirinya "Jah, kenapa kena acc lagi sih?"

Kemudian mereka pindah menyadarkan Regun. Yang ini nggak kalah mengenaskannya. "Bangun tukang molor" Kata Dean sambil menendang sisi tubuh Regun. "Sialan lu Dean... wa enak" mimpi dapet Relic malah lu bangunin"

"Yah lain kali lu ga usah bangun aja selamanya biar mimpi lu jadi kenyataan..." Ujar Dean. Clear tidak terlalu mempedulikan temennya berantem ato njengking. Dia sibuk memperhatikan para acc yang lagi berantem. Beuh! Macam filem action robot"an bu! Seru banget!!

Pertunjukan bot saling bertarung dengan senjata high-tech! Saking serunya, Clear terpana melihat adegan panas tersebut. Si acc berjubah kelihatan luwes sekali bergeraknya. Kek bukan robot aja tuh. Oia, diperhatikan, armornya si acc itu aga beda juga ya. Apa temennya si bot aneh yang ada di deket White Hole itu ya??

Akhirnya sang dewan frustasi melihat satu persatu anak buahnya terbantai. Maka ia memutuskan untuk... "Lawan aku klo berani, OptimusPrime!!!" Katanya sambil mengacungkan SI ML+7. Oh, jadi namanya OptimusPrime... batin Clear dalam hati.

Optimus santai saja berjalan ke arah HellHound. HellHound berkata dengan nada mengejek "Tak kan kubiarkan kau merendahkan martabat Empire lebih jauh lagi dengan hati mu yang lembek" Optimus bersuara, "Aku? Merendahkan martabat Empire? yang benar saja. Justru kau dan DESTROYER merupakan aib bagi Empire karena kalian telah menggunakan System terlarang!!" Optimus menunjuk" dada HellHound "Sekarang katakan dari mana kau mendapatkan System seperti itu? Aku akan menghancurkannya"

"Kau tak perlu tau Optimus. Kekuatan ini bisa membuat Empire jaya selamanya" Kilah si HellHound "Penghianat bangsa mana bisa mengerti"
"Ha! Benar juga. Penghianat bangsa. Dan kau apa? Percuma bicara baik2 denganmu. Akan kuakhiri hidup menyedihkanmu agar tak membuat malu Empire lagi..."

"Coba saja!! Kau tak akan bisa menang melawan kekuatanku!!!" HellHound langsung memakai semua buff nya dan membombardir Optimus sejadi2nya. Jujur, Clear melihat optimus kewalahan menerima serangan bertubi2 yang cepatnya diluar akal sehat. "Hahaha!!! Kenapa Optimus?! Tak bisa melawan?! Mungkin lain kali kau harus menutup mulut kalengmu yang terlalu besar itu!! Hahaha!!!" HellHound tertawa histeris. Woy! Ternyata acc bisa gila juga!!

"Oh shit..." Regun mengumpat pelan. Clear baru sadar klo Regun ma Dean duduk manis disamping kanan-kirinya menonton pertandingan seru sambil makan popcorn. "Kok kalian santai2 ngeliatin doank sih!" Protes Clear "Lu aja juga sante2 nonton..." Sergah Dean "Skali kali lah Clear, kita nonton acc saling brantem. Kompor2in klo perlu..." Timpal Regun.

Oli mulai berjatuhkan menutupi salju. Masak serangan si Dewan nggak ada delay nya sama sekali?! Ini... ini curang! Ini tak adil!! teringat akan perkataan Optimus sebelum nya. 'System terlarang'? Ini kah kekuatan system tersebut? ok, that's it!! Mungkin mereka memang acc. Biarin mati bunuh2an sekalian. Tapi ini mulai curang! dan curang bukan lah sesuatu yang enak dilihat. Dan juga di rasa.

Cih, aku benci sekali sama si dewan itu... Pengen wa bunuh rasanya!!

Do you angry...?
Feeling sudden urge to annihilate someone?
That's hatred you felt...

In that case, you might interested in my offer.

FIRST VERSE: Ch 5: Savior In Steel

FIRST VERSE: Ch 4: Under Siege

Pedang bergetar hebat, sampai mengguncang jiwa Clear. Cahaya merah memancar kemana2. Sulur hitam menyeruak dari inti pedang itu dan membelit tangan Clear. Si Bellathean panik, dia cuma bisa berteriak karena tangannya tidak bisa melepaskan benda tersebut. Aura hitam menyelubungi Clear "sh*t!! Get off me!!"

Give me your soul!! And i shall give you power!! Let me taste you!!

Akh!! Apaan lagi ini?! Dikejar acc sekampung plus warrior rabies aja udah cukup aneh wat petualangan hari ini! Masa ada pedang bicara juga?! My goodness!!

Open up your hatred and let it flow into me!!

Tiba2 Clear merasa dibakar. Jantungnya seperti dipacu melebihi kapasitasnya. Darahnya mendidih. Otaknya seperti diaduk2, seakan si iblis mencari2 sesuatu. Tapi anehnya, dia tak tau apa yang membuatnya begitu. Membuatnya merasa aneh

What?! no hatred in you?! No memories?! Nothing?!

"Woy setan! Gue ga tau lo mau apa dari gue! Tapi, lo ga bisa seenaknya acak2 pikiran orang, dudutz!!"

Clear sesuatu dalam dirinya meng-counter invasi dari mind controller itu Sesuatu seperti kekuatan lain. BLAR!! Terjadi letupan kecil yang memisahkan mereka. Tiba2 kepala Clear dilanda pusing berath!!Tapi dipaksain juga, Clear langsung ambil kaki seribu, eh, langkah seribu, menghindari pedang tersebut. It flew! Si bot aneh susah payah berdiri sambil meneriakan beberapa kalimat yang tidak bisa diterjemahkan lulusan fakultas bahasa sekalipun.

Weks, ada pedang aneh, ngomong, horor, hidup lagi!! Umpat Clear dalam hati. Dari pedang itu keluar aura sulur hitam yang menyebar luas dengan cepat di atas salju seperti sinyal operator pulsa komunikatornya Clear. Dan tiba2 saja semua gelap. Sesuatu yang panas mengaliri nadi tangannya.

****
samar2 Clear melihat... sosok perempuan tinggi berambut pirang Berlatarkan langit biru. Dia berkata2 kepadanya, tapi tak satu pun kata2 yang bisa didengar Clear. Selang berapa detik kemudian datanglah pria berambut pirang menyantroninya.

Oh my god... guanteng banget...!
Are you my angel?
Am i in heaven already??

Selanjutnya semua menjadi gelap lagi. Dari kejauhan Clear seperti mendengar suara anak kecil, cowok dan cewek ketawa-ketiwi sambil main kejar2an ala tim repel n perusuh. Dibuka matanya, dia melihat anak cowo berambut perak dan beberapa anak lainnya, yang nggak jelas apa itu penampakan manusia ato bukan, maen kejar2an juga.

Terus dia liat ada anak perempuan berambut pirang gelap jatuh kesungai. Serempak Clear dan cowo perak itu lari menghampiri. Semua anak ngebantuin. Tapi dudutz nya, si rambut perak malah kepleset dan hanyut lebih jauh. Merasa bak pahlawan bertopeng monyet, Clear ambil ancang2 lompat kesungai dan...



BYUR!!!
Clear gelagapan bangun. Sambil terbatuk2 gara2 aer masuk hidung. "Tuh dah bangun, gitu aja kok repot?" Kata seorang laki2. Clear mengerjap, otaknya butuh waktu lama wat konek lagi, akhirnya dia bis amengenali wajah dodol yang ada didepannya.

"Hi Regun" Ucap Clear. "Hi gundulmu, lu ngapain aja tadi?? Pergi keluyuran sendiri??" tanya Regun menginterogasi "Mana pulangnya dianterin coro lagi!"

Ha? Coro??

Clear menoleh, baru sadar dia ada diterminal, cari2 mahluk elf bersungut yang berbaik hati mengojekan dia.

Diluar, ada dua coro level lumayan mejeng di jarak yang aman dari jangkauan GT. Dua2 duduk santai dan menggelar piknik disitu. Begitu Mereka menyadari Clear menoleh kearah mereka, mereka melambai dengan pedenya. Menghiraukan Bellz expert yang lewat.

Abis itu mereka beres2 tempat dan siap2 pergi. Sebelum pergi si cowo mengangkat ibu jari dan kelingkingnya kedekat telinga sambil senyum2.

Ih... coro kok imut gitu sih... wekwkwkwkwk.

"Kenalan lu?" tanya Regun. Clear menggeleng "Embuh (=ga tau) kenalan mu?" Clear bertanya balik "Ditanya balik tanya, wa liat transmisi SOS dari komunikator lu, kk2 senior langsung ke TKP wat nolongin lu. Tapi lu dah nggak ada, makanya mereka cuma nyelametin cowo yang sekarat yang ada di situ.

Oh ia! si korban rusuh lari itu! "La trus gimana kabarnya??" wajah Regun tiba2 menggelap, sambil menunduk dia berkata "...Clear, setiap Bellato yang gugur berperang adalah mati syahid..."

Yah, jadi cowok itu sudah...

"Eh, Clear, makasih ya atas bantuannya tadi" Kata cowok Miller sambil duduk disebelahnya "Ya sama2... bantuan yang mana ya?" Tanya Clear. Clear memperhatikan orang itu, penuh balutan perban dan kelihatan babak belur...

"Itu tuh, yang udah narik acc menjauh dan ngirimin sinyal SOS ke terminal" Jawab si cowo santai "Oh yang itu, bukan masal...lah... WHAT?!! MASIH HIDUP?!!!" Clear langsung mencelat kebelakang.

"Ya, makasih atas pertolongannya tadi... lu nggak seneng aku masih hidup...?" Kata si cowo Miller sambil mengekeret. "B-bukan! Itu tadi si Regun...! Regun!! Maksud lo apa tadi?!"

"Lah, kan gw cuma mo ngejelasin klo Bellz yang ikut jihad mati syahid... kok lu negatif thinking?" Pengen rasanya Clear nyakar2 wajah mesum nih cowo usil. Eh, dia malah mesem2 sekarang! Hih!! Gemes aku!! (gemes pengen nyakar gitu)

"Dasar mesum usil. Pasti dia ngatain wa yang ga2 kan Clear??" Kata si Miller. Ih sok kenal, panggil" nama >.< "Siapa ya??" Tanya Clear kelepasan "Jah!!" Si Miller langsung buang muka. "Awkwkwk, sini mana duit 100k lu! Dah wa bilangin ia ga bakal inget ma lu! Mana sini!!" Regun berkata sambil nyengir. Dengan sangat terpaksa, si Miller mengeluarkan dompet tipisnya, mengumpulkan selembaran uang, dan recehan yang disimpan di kantong dan sepatu (...)

"79.150 dolo... sisanya tambahin ke daftar utang gue..." Kata si Miller lesu "Lu juga Clear, amnesia kok kumat mulu... jadi kalah tarohan deh ma si buduk ini... Beli memory card tambahan sana"

"Emang lu sapa sih??" Clear bertanya2 dalam hati "Ampun Clear, wa Dean!! Dean Hegde!!! Masa ga inget?! Ga inget lu sama masa2 kita nge-hunt dulu?? Wa kan yang paling sengsara TB kalian dari momon!!"

Gubrak!! Kok bisa lupa sih saia?? "My god!! Dean!! Wa ko kisa lupa ya?? Abis tampang lu babak belur sih! Wa jadi ga isa bedain lu sama maling ketangkep massa sih..." Sanggah Clear "Kok wa bisa lupa ya??"

Dean diem, trus dia whisp Regun "Eh, emang Clear abis pake 'itu' ya? Kok bisa lupa??" Regun jawab "Tehe, tapi dia abis di uber2 ma acc tuh... Kali aja kepake waktu ga sadar..."

Wajah keduanya berubah jadi: "Wah, kasus iki..."

"Emang tadi gimana aja ceritanya??" Dan Clear pun menceritakan panjang lebar kali tinggi sama dengan Luas dan Volume... Di akar kuadrat untuk mencari sisi miring dengan rumus phytagoras. Sin Cos Tan... ah, whatever!!!

"Hmmm, pengalaman yang sungguh tak biasa..." Kata Regun akhirnya setelah mencerna semua cerita Clear. dalam hati dia berkata "Jadi itu to, penyebab Clear lupa sama Dean..."

"Trus gimana? Ceritain ke Archon?" Tanya Clear "emang archon temen curhat lu?? Dia sibuk tau... Bilangin ke mentor2 kita aja..." Usul Dean "Tumben lu ngomongnya bener..." << Regun.

Tepat pada saat itu juga ledakan menghantam MAU coklat yang lagi farming deket situ. Terdengar riuh rendah "Apaan tuh?? Mesinnya njeblug yah??" Komentar salah satu Bellz expert yang ada disitu. Jahatnya semua pada ngetawain. Si Driver langsung keluar buat meriksa bemo nya. Parah juga T.T. Duak! Kali ini terdengar letusan diatas atap terminal "Woy! sapa yang iseng pasang petasan nih?!"

Tiba2 semua tempat seperti di bombardir. Melihat ini semua patriot langsung siaga. Ada yang ngajak rusuh!! Semua langsung masuk terminal. Si driver yang bemo nya njeblug terpaksa mengevakuasi diri. Dari jauh terlihat arak2an Acc dewa lengkap se striker2nya dan satu dewan. Se RT om!!!

Para striker langsung pasang Siege dan terus membombardir terminal Bellato. Teriakan terdengar dari para Bellz expert. Kebetulan sekali, nggak ada patriot ellite yang lagi kesitu... Anda belum beruntung T.T

Clear pasang perisai untuk mejeng, ya buat defen lah...

Ada yang aneh dari para Striker itu... Peloro nya cepet banget kluarnya!! Teknologi baru ya?! Terminal Bellz udah rusak 40%... GT ilank 2. Gila, gede amat daya hancurnya!! Akeron aja kalah tuh keknya... Something doesn't feel right...

Setelah beberapa menit kemudian si dewan menghentikan invasi nya. Dia maju beberapa langkah kedepan dan berkata dengan nada nggak enak. "Mana dari kalian yang acak2 Terminal Accretia?!! Jawab!!!"

Hening. wow, siapa ya?

DUAR!!! DUAR!! si dewan melepaskan dua kali tembakan (teknisnya dua kali, tapi kok pelurunya ada 10??) "JAWAB!!!" Karena ga ada yang jawab, si dewan langsung membombardir terminal lagi. swt, lagi PMS ya?!

"KELUAR LO, CLEAR!!!"

Mampus, dia sebut nama...
sekarang semua patriot yang ngumpet di terminal pada ngliatin saia... Wa jadi nyesel kenapa semua Bellz dikasih nametag...